Prosiding Seminar Akademik Fakultas Seni Rupa Seni dan Media dalam Kuasa Virtual

Penulis: Petrus Gogor Bangsa, Firtiara Nur Zalfa, Muhammad Alzaki Tristi, Rani Attiqah Gusbet, Dyaloka Puspita Ningrum, Lely Arrianie, Prayanto Widyo Harsanto, Hartono Karnadi, Ernawati, Renny Nirwana Sari, Yunita Nur Afifah, Satrio Hari Wicaksono, Umilia Rokhani, Suastiwi, Megawati Atiyatunnajah, Arif Suharson, Firdaus Noor

Editor: Retno Purwandari, Tri Wulandari, Shabrina Tamimi

ISBN : 978-623-5884-25-7

Tahun terbit: 2023

Stock: Ada

Harga: Rp.

Sinopsis:

Buku prosiding ini sebagai buah hasil Seminar Akademik  Fakultas Seni Rupa, ISI Yogyakarta. Seminar ini merupakan wadah bagi insan akademik dalam menyajikan gagasan kritis terhadap perkembangan keilmuan bidang seni rupa. Civitas akademika yang turut berkontribusi dalam seminar berasal dari internal kampus ISI Yogyakarta sendiri maupun eksternal beberapa kampus dari luar institusi. Gagasan, pemikiran, dan hasil penelitian telah menjadi bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang patut kiranya untuk bisa sampai di kalangan yang lebih luas supaya bisa dinikmati kemanfaatannya, salah satunya ialah dengan media seminar akademik. Agenda ini menjadi sarana pembelajaran dan diskusi baik bagi dosen, mahasiswa, dan civitas akademika untuk meng-update pengetahuan di bidang seni, terutama “Seni dan Media dalam Kuasa Virtual”.

Buku ini sangat relevan dalam mewadai perkembangan wacana-wacana pengetahuan objek seni, medium seni, dan peran media dalam ruang virtual. Perkembangan ruang seni dan teknologi menjadi pemicu kreativitas dalam melakukan interaksi seni bagi para pelaku seni dengan penikmat seni. Kini telah berkembang era kuasa virtual sebagai wadah penyajian display objek seni dalam ruang virtual dan ruang interaksi sosial yang menjangkau seluruh jaringan penikmat seni tanpa batasan tempat, ruang, dan waktu. Judul-judul makalah penelitian yang masuk di dalam buku ini memiliki keragaman subtema dan topik di bidang seni rupa namun masih dalam bingkai tema utama. Sub-subtema yang dibicarakan terkait dengan pameran seni virtual, tayangan website series, instagram ruang komunikasi sosial, dan kecerdasan buatan desain grafis. Selain itu sub-subtema seni lain, seperti: identitas ruang virtual, seni kriya di ruang publik, medium fotografi, produksi novel, teknologi informasi dan komunikasi, pola pembelajaran Pancasila, serta upcycle limbah, juga menjadi tema yang diwacanakan.