Proceeding International Conference Comic In The Age Of Digitalization: Challenges And Opportunities

Penulis: Alvanoz Z. Mansoor, Hafiz A. Ahmad, M. Daniel Fahmi Rizal,  Eva Dwi Kurniawan, Johanes, Hesti Rahayu, Miftahul Adi Suminto, Yudha Delonix Renzina, Novan Edo Pratama, P. Gogor Bangsa, Pungky Febi Arifianto, Bayu Setiawan, Alfian Candra Ayuswantana, Mahimma Romadhona, Putri Kholida, dan M. Hajid An. Nur

Editor: Daru Tunggul Aji, Terra Bajraghosa, dan  Edi Jatmiko

ISBN :

Tahun terbit: 2023

Stock: Ada

Harga: Rp.

SINOPSIS:

Prosiding merangkum hasil dari konferensi forum ilmiah yang merupakan tanggapan dan komitmen berharga untuk memperluas prinsip, kebijakan, dan aplikasi ilmiah baru untuk memperluas pemahaman tentang masalah apa pun dalam perkembangan Komik dari media cetak hingga saat ini berada dalam arus pertumbuhan komik digital baik dalam media maupun distribusi dan juga dalam era globalisasi.

ComSequence 2022, International Comic and Sequential Arts Festival, mengusung tema: Kalabendu; Akibat. Secara umum, tema ini menanggapi pandemi sebagai masa yang sulit bagi kebanyakan orang dan dialami oleh hampir semua negara sebagai masa bencana. Kalabendu merupakan kosa kata bahasa Sanskerta yang secara umum diterjemahkan berarti “kala” sebagai representasi waktu dan “bendu” sebagai terjemahan dari belenggu, kesulitan, ikatan, dan keterbatasan. Secara harfiah tema ini dimaksudkan sebagai upaya menyikapi kondisi pasca pandemi, meski belum selesai dan masih ada tanggung jawab yang akan bertambah, namun setidaknya masa puncak kritis telah berlalu dan kehidupan berangsur kembali normal. dengan pola baru yang diterapkan di berbagai negara.

Pembahasan terkait kehidupan sosial, spiritual manusia dalam menghadapi masa pandemi yang diwujudkan dalam komik dan seni sekuensial disampaikan oleh Dr. Seno Gumira Ajidarma dari Institut Kesenian Jakarta; Paul Heru Wibowo dari Universitas Multimedia Nusantara; Prof. Masa D. Kawamukai dari Kyoto University of the Arts, Jepang; Ahmad Sofiyuddin Bin Mohd Shuib dari Universiti Teknologi MARA, Malaysia; dan Levente Siposz dari Eszterhazy Karoly Catholic University, Hungaria. Forum akademik ini dapat membuahkan hasil yang penting untuk mengembangkan cara-cara strategis dan solusi nyata dalam menghadapi tantangan global saat ini di era milenium ini.