Implementasi Kontekstualisasi Seni Di Tengah Masyarakat Era 5.0: Bunga Rampai UPT MPK Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Penulis: Umilia Rokhani, Kardi Laksono, Retno Purwaadari, Adya Arsita, Fortunata Tyasrinestu, Prima Dona Hapsari, Bambang Pramono, Estri  Oklarena Ikrarini, Megawati Atiyatunnajah.

Editor: Umilia Rckhaai, Zulisih Maryani

ISBN :

Tahun terbit: 2023

Stock: Ada

Harga: Rp.

SINOPSIS:

 

Di tengah masyarakat era 5.0, seni turut memegang peran dalam perkembangan budaya di tengah masyarakat. Narnun, masih banyak temuan data di lapangan yang belum terbidik oleh tenaga pendidik profesional dan belurn tertuang dalarn tulisan ilrniah sebagai temuan pernikiran atau solusi bagi permasalahan-permasalahan di tengah masyarakat. Tulisan-tulisan dalam bunga rarnpai ini berasal dari dosen-dosen pengampu Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian (MPK) ISI Yogyakarta. Dari delapantulisan yang terkumpul, dapat dikategorikan ke dalam dua bagian: (1) Implementasi Teknologi di”·Ranah Seni Menuju Era 5.0 dan (2) Lanskap Seni: Problematika, Tantangan, dan Potensi. KategoriIrnplem ntasi Teknologi di Ranah Seni Menuju Era 5.0 berisi tulisan Urnilia Rokhani, Kardi Laksono, Retno Purwandari, dan Adya Arsita . Sementara itu, tulisan Fortunata Tyasrinestu, Prima Dona Hapsari& Bambang Pramono , Estri Okmrena Ikrarini , dan Megawati Atiyatunnajah mengisi kategori LanskapSeni: Problematika, Tantangan , dan Potensi.Fenomena terkait eksistensi teknologi di tengah kehidupan masyarakat yang identik disebut masyarakat modem kemudian menjadi pedang bermata dua. Tulisan Umilia Rokhani berisi kajian modemitas dan konsekuensi penggunaan teknologi pada era modem ini, terutama terkait dengan bidang seni. Dengan paparan ini, diharapkan masyarakat pembaca dapat memaharni manfaat dan konsekuensi yang harus dihadapi atas nilai keberadaan teknologi tersebut sehingga dapat dengan bijak dalam mempergunakannya. iv 5 Kardi Laksono menggunakan pendekatan fenomenologis untuk melihat berbagai macam permasalahan yang muncul akibat disrupsi yang merupakan efek kemajuan teknologi di bidang seni. Di samping itu, pendekatan hem1eneutik dilakukan untuk memberikan interpretasi atas permasalahan yang muncul akibat terjadinya disrupsi di bidang seni. Banalitas seni yang dihasilkan melalui disrupsi di bidang teknologi pada akhimya harus mengembalikan posisi ontologis dan epistemologis seni dalam bentuk emasipatoris, dialektis, serta tetap mempunyai otonornisasi seni. Sementara itu, Retno Purwandari memaparkan sepak terjang kriya melampaui era Revolusi Industri 5.0 dengan bermunculannya karya-karya kriya berkelanjutan. Kriya berkelanjutan merupakan kriya yang mampu menghasilkan karya-karya penyelarnat burni dengan mengolaborasikan konsep sustainable , bahan, teknik inovatif, alat, makna, dan fungsi menuju burni yang rarnah lingkungan . Dalam tulisan ini ditunjukkan empat karya tugas akhir, baik pengkajian maupun penciptaan tahun 2022 dan 2023, dengan konsep kriya berkelanjutan untuk burni ramah lingkungan di era Revolusi Industri 5.0.Kategori Implementasi Teknologi di Ranah Seni Menuju Era 5.0 diakhiri dengan tulisan Adya Arsita. Ia menyoroti perubahan pola pameran karya visual yang umumnya diadakan secara luring kini telah merambah ke platform digital sehingga pameran diadakan secara virtual. Dari keseluruhan pembacaan wacana yang tersaji, ia menemukan suatu pola baru dalam memamerkan karya seni visual. Sekalipun bersinggungan erat dengan teknologi digital, peran kreativitas manusia, khususnya dalam berkesenian, justru makin erat membersamai pesatnya laju teknologi digital.Kategori Lanskap Seni: Problematika, Tantangan, dan Potensi diawali oleh Fortunata Tyasrinestu, yang membahas peran lagu klasik anak pada masa kini dalam perkembangan dan pertumbuhan anak. Lagu klasik anak menekankan pentingnya masyarakat dan budaya dalam mendorong pertumbuhan kognitif sebagai perspektif sosiokultural. Selain itu, lagu klasik anak menunjang perkembangan moralitas dan psikososial anak. Prima Dona Hapsari & Bambang Pramono membahas program Wisata Desa “Dolan Ndeso” di Desa Karangrejo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah sebagai upaya melakukan interpretasi relief Candi Borobudur bagi peningkatan potensi dan promosi wisata seni budaya di-. Kecamatan Borobudur. Bahasan tentang Project-Based Learning (PjBL) dapat menjawab tantangan perkuliahan yang memerdekakan mahasiswa sesuai dengan karakteristik masingi masing mahasiswa sesuai dengan minat, bakat, potensi, dan kompetensinya dikaji oleh Estri Oktarena Ikrarini . Mahasiswa dalam perkuliahan dengan pendekatan PjBL menunjukkan peningkatan partisipasi dalam perkuliahan, kreativitas ym!l tampak dalam setiap proyek yang dilaksanakan dan pengembangan self­ regulated learning (SRL) dalam proses pembelajarannya. Megawati Atiyatunnajah mengakhiri kategori Lanskap Seni: Problematika, Tantangan, dan Potensi dengan tulisan tentang kajian hukum dan etika seni dalam v 6 menghadapi tantangan hak cipta terhadap karya mural. Seni mural menghadapi tantangan serius terkait dengan hak cipta dan hak-hak kekayaan intelektual lainnya. Kesadaran etika seni mendorong para seniman untuk menghormati hak cipta dan mempertimbangkan dampak sosial serta kreativitas dalam karya mereka.