
Penulis: Prof. Dr. Junaidi, S.Kar., M.Hum.
Prof. Dr. Kasidi, M.Hum.
Dr. Arif Budi Raharjo, M.Si.
Editor: Surya Farid Sathotho, M.A.
ISBN:
Tahun Terbit: 2025
Stock: Klik Disini
Harga:
Wayang kulit purwa bukan sekadar artefak budaya; ia adalah kristalisasi memori kolektif, puncak estetika, sekaligus kompas etika bagi masyarakat Nusantara selama berabad-abad. Dalam struktur sosiokultural kita, wayang telah berfungsi sebagai “teks semesta” yang merangkum kosmologi manusia Indonesia. Namun, sejarah mencatat bahwa keberadaan seni tradisi ini tidak pernah benar-benar berada di ruang hampa. Di era kontemporer, kita menyaksikan sebuah fenomena yang dalam sosiologi seni sering disebut sebagai contested heritage—warisan yang diperebutkan maknanya.